Kembali ke koleksi
jejak iklimFoto: Zonautara.com/Ronny Adolof Buol
Hujan ekstrem atau banjir

Rumah Papan Hancur Diterjang Banjir

Anton Moha, 52 · Kepala tukang dan petani cengkeh

“Di sini kalau sudah mulai naik air, suara batu sudah terdengar.”

Anton Moha, 52 tahun, adalah kepala tukang dan petani cengkeh yang tinggal di kawasan Milangodaa, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Ia diwawancarai pada 18 Agustus 2026 saat bekerja membangun rumah makan di dekat jembatan dan Sungai Milangodaa.

Anton mengingat banjir besar yang memutus jembatan dan menghancurkan rumahnya yang ketika itu masih berdinding papan. Saat banjir terjadi, ia sedang bekerja di Doloduo. Bosnya memberi Rp500 ribu untuk pulang, tetapi biaya melewati jembatan darurat membuat uang yang tersisa hanya Rp70 ribu ketika ia tiba.

Menurut Anton, sungai menerima aliran dari dua cabang di hulu. Ketika hujan turun bersamaan, air dapat meluap ke permukiman, terutama jika tanggul rusak. Warga mulai bersiaga ketika mendengar suara batu saling berbenturan di sungai. Mereka kemudian mengungsi ke kampung terdekat.

Tanggul yang sebelumnya rusak disebut telah diperbaiki. Anton memilih tetap tinggal karena menilai rumahnya aman selama tanggul berfungsi. Ia mengatakan banjir tidak selalu sama besarnya, tetapi riwayat tahun kejadian dalam transkrip perlu diperiksa sebelum kisah diterbitkan.

Tentang sumber

Cerita ini disusun dari wawancara warga pada 18 Agustus 2026.