Kembali ke koleksi
jejak iklimFoto: Zonautara.com/Jufri Kasumbala
Beban pengeluaran rumah tangga

Bak Rumah Menjadi Titik Pembagian Air

Golfried Lumuhu · Warga dan petani pala

“Tidak ada bantuan untuk tanaman pala, selama ini petani bertahan sendiri”

Golfried Lumuhu tinggal di Desa Kawahang, Kecamatan Siau Barat Utara, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro. Rumahnya berada di pinggir jalan sehingga bak miliknya digunakan untuk menampung bantuan air yang kemudian dibagikan kepada warga. Ia diwawancarai pada 12 Agustus 2026.

Setiap rumah memperoleh dua galon berukuran 25 liter ketika bantuan tersedia. Jika tidak ada bantuan, Golfried membeli air. Satu galon berharga Rp7 ribu, sedangkan tandon berisi 1.200 liter berharga Rp300 ribu. Menurutnya, satu tandon hanya bertahan sekitar satu minggu untuk kebutuhan rumah, ternak, dan sebagian tanaman.

Warga menggunakan air yang dibeli atau bantuan terutama untuk memasak dan ternak. Untuk mandi dan mencuci, mereka pergi ke pantai. Golfried mengatakan kemarau telah memasuki bulan ketiga dan tahun ini terasa lebih panas serta lebih lama dibanding 2024.

Kekurangan air juga terlihat pada kebun pala. Daun mulai layu, sedangkan buah mengecil dan berkeriput. Sebagian petani mencoba menyiram, tetapi kebun yang jauh membuat petani lain memilih pasrah. Golfried menyisihkan pendapatan harian untuk membeli air dan mengatakan belum ada bantuan khusus ketika tanaman pala terancam gagal panen.

Tentang sumber

Cerita ini disusun dari wawancara warga pada 12 Agustus 2026.