Ketika pasokan menurun, Jomli Unsong membeli ikan dengan harga lebih tinggi. Pedagang keliling bermodal terbatas itu menghadapi biaya es dan BBM, sementara konsumen dapat beralih ke telur atau ikan air tawar.
Titik mewakili desa, bukan alamat rumah warga.
27kesaksian dalam arsip
23lokasi yang direkam
∞arsip lintas musim
Koleksi awal berangkat dari kemarau 2026 dan akan merekam beragam dampak iklim berikutnya.
Anton Moha kehilangan rumah berdinding papan ketika Sungai Milangodaa meluap. Warga membaca suara batu dari sungai sebagai tanda untuk bersiaga, sementara keamanan permukiman bergantung pada kondisi tanggul.
Bak di rumah Golfried Lumuhu menjadi tempat menampung bantuan air bagi warga Kawahang. Ketika bantuan habis, ia membeli 1.200 liter air seharga Rp300 ribu yang hanya bertahan sekitar satu minggu.
Esly Serang membeli air setelah bak keluarganya kosong. Ia mengatakan tiga bulan kemarau sudah membuat buah pala mengecil dan berkeriput, sementara hasil panen serta harga pala menurun.
Dua bak penampungan membuat keluarga Calvein Kalensang belum perlu membeli air. Namun, lebih dari tiga bulan tanpa hujan membuat daun pala layu dan buah berkeriput hingga terancam gagal panen.
Ratusan tanaman cabai dan pala Fendi mati saat kebun barunya mengalami kekeringan. Untuk menjaga tanaman yang tersisa, ia memperkirakan mengeluarkan Rp1,8 juta untuk membeli air selama dua minggu.
Setelah lebih dari tiga bulan tanpa hujan, Cherry Paat menyimpan sisa air bak untuk memasak dan membeli air untuk mandi. Ia bersama para ibu pergi ke pantai untuk mencuci menggunakan air payau.